ENAM NOMINATOR PENGHARGAAN PPD KALTIM BERSAING UNJUK KUALITAS TERBAIK


Samarinda, (27/2/2019). Penilaian Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah terhadap Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Timur telah berada pada tahapan Verifikasi dan Wawancara terhadap Kabupaten dan Kota yang telah ditetapkan menjadi nominator Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah tahun 2019.

Sebelumnya keenam nominator Penghargaan Pembangunan Daerah telah ditetapkan pada rapat tim penilai pada 21 Februari lalu, nominasi kategori Kota adalah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang. Sementara kategori Kabupaten adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.

Penilaian Presentasi dan Wawancara yang dilaksanakan di Hotel Amaris Samarinda  dilakukan oleh tim penilai dari Provinsi Kalimantan Timur, adapun tim penilai  dibentuk oleh Bappeda Provinsi Kaltim terdiri dari tim penilai utama dengan koordinator Siti Sugiyanti, SE, MM (Biro Pemerintahan setda Prov.Kaltim), tim penilai independen dengan koordinator Dr. Suyadi (Universitas Mulawarman) dan tim penilai teknis dengan koordinator Drs. Hariyo Santoso (Bappeda Provinsi Kaltim), dengan beranggotakan 12 (dua belas) orang yaitu  Dr.  Abdullah Karim (Unmul); Rusliansyah Ilham Karsidi, SE., M.Si (Unmul); Ahmad Noor, SE., ME (Unmul); Yusliando, ST (Bappeda Provinsi Kaltim); Noviady Dwi Noorcahyo, ST., M.Si (Bappeda Provinsi Kaltim); H. Andrie Asdi, SH (Bappeda Provinsi Kaltim); Berlin Friniko Sihaloho, SE (Bappeda Provinsi Kaltim); Dedy Pudja Wardana, ST (Bappeda Provinsi Kaltim); Ibnu Abbas, S.Sos., MT (Bappeda Provinsi Kaltim); Hj. Nani Nuraini, ST., M.T; Sri Rezeki, ST., M.Si; dan Ir. Noor Albarakati, MT.

Menurut Kepala Bidang SDMP Bappeda Provinsi Kaltim Hariyo Santoso selaku Koordinator tim penilai mekanisme penilaian pada tahap ini dimulai dari presentasi setiap kabupaten dan kota nominasi selama 20 menit, setelah itu dilanjutkan dengan diskusi selama 15 menit. Presentasi setiap daerah nominasi akan disampaikan oleh masing-masing kepala Bappeda Kabupaten dan Kota didampingi oleh tim.

Penilaian presentasi dan wawancara ini akan menetapkan dua nominasi yaitu satu Kota dan satu Kabupaten yang akan lanjut pada penilaian tahap selanjutnya yaitu penilaian dokumen RKPD Kabupaten dan Kota oleh tim pusat (Bappenas).

Bobot penilaian pada tahapan penilaian oleh Tim Penilai Provinsi dititik beratkan pada Penilaian  RKPD Kabupaten/Kota dan Dokumen Inovasi dengan bobot 45% kemudian Verifikasi dan Wawancara dengan Bobot 55%.

Beberapa aspek yang menjadi penilaian pada tahapan penilaian verifikasi dan wawancara adalah Aspek Pencapaian Pembangunan dengan bobot 40% yang meliputi 10 (sepuluh) indikator, Aspek Kualitas Dokumen RKPD dengan bobot 20% yang meliputi 4 (empat) indikator, Aspek Proses Penyusunan Dokumen RKPD dengan bobot 20%, dan Aspek Inovasi dengan bobot 20% yang meliputi 4 (empat) indikator. (ft)