post-img

Selasa, 07 April 2026

Admin

Berita

498 kali dilihat

Bappeda Kaltim Perkuat Konvergensi Penurunan Stunting untuk Target 2027

Bappeda Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Tim Konvergensi Stunting Provinsi Kaltim Tahun 2026 pada Selasa, 7 April 2026, di Ruang Rapat Repetada Bappeda Kaltim, Samarinda. Kegiatan yang dipimpin Kepala Bidang PPM Bappeda Kaltim, Berlin Friniko Sihaloho, ini membahas evaluasi pelaksanaan program penurunan stunting tahun 2025 dan penguatan strategi untuk mencapai target prevalensi stunting tahun 2027.


Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian, efektivitas pelaksanaan, serta kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan rencana kerja 2027. Data Januari 2026 menunjukkan masih terdapat 20.041 balita stunting di Kaltim, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan terkoordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak.  Dari sudut pandang masyarakat, langkah ini diharapkan mempercepat hadirnya layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan intervensi gizi yang lebih merata hingga ke wilayah prioritas. 


Sebagai OPD perencana, Bappeda Kaltim mendorong pembagian tugas yang jelas antarperangkat daerah, penguatan lokasi prioritas, serta sinkronisasi program agar penanganan stunting tidak berjalan parsial. Rakor yang dihadiri unsur lintas perangkat daerah yang menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan stunting, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan tema pembangunan daerah 2027, termasuk peningkatan kualitas SDM, layanan kesehatan, dan pemenuhan SPM, dengan target prevalensi stunting rancangan awal RKPD 2027 sebesar 17,2 persen.  Harapannya, kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tajam, efektif, dan berdampak langsung pada kualitas tumbuh kembang anak di Kalimantan Timur. 


📷 IP

📝 FDS