Info

Rapat Penyampaian Koreksi Ranhir P-RPJMD 2019 - 2023, Selasa 11 Mei 2021, Pukul: 14.00 wita, Tempat: Ruang Rapat Propeda Kantor Bappeda, dihadiri Sekretaris, Kabid,Kasubid,Kasubbag/Staf Teknis Penyusun P-RPJMD

Diskusi Pemutakhiran Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam RKP 2022, Selasa 11 Mei 2021, Pukul: 10.00 wita, Tempat: Virtual Zoom Meeting, Meeting ID : 884 0891 6802 Pass : 617930, dihadiri Bidang P3D

Rapat Evaluasi Kuartal 1 Pelaksanaan APBD Ta 2021, Selasa 11 Mei 2021, Pukul: 09.00 wita, Tempat: Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, dihadiri Ka. Bappeda

Rapat Penyiapan Dukungan Konektivitas IKN, Senin 10 Mei 2021, Pukul: 14.00 wita, Tempat: Meeting ID : 864 7723 0660 Pass : 705651, dihadiri Bidang Infraswil

Balada Tol Cisumdawu, Hidup Mati Kertajati yang Molor 10 Tahun

Image Berita Nasional

Balada Tol Cisumdawu, Hidup Mati Kertajati yang Molor 10 Tahun

Trio Hamdani 

Jakarta - Hidup matinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka ada di tangan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Sebab, jalan bebas hambatan tersebut akan menjadi akses utama menuju bandara.

Sayangnya pembangunan proyek Tol Cisumdawu sudah molor hampir 10 tahun sejak dibangun November 2012 silam. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun blak-blakan penyebab molor.

"Yang sekarang ini menjadi isu besar adalah bagaimana kita meningkatkan konektivitas ke ke Bandara Kertajati, ini terhambat oleh Cisumdawu, ini sudah hampir 10 tahun belum selesai," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian dalam Rakornis Perhubungan Darat, kemarin Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan beberapa permasalahan yang menghambat pembangunan tol Cisumdawu tersebut, yaitu masalah lahan dan investasi. Soal investasi, dia tak menjelaskan seperti apa duduk perkaranya.

Mengenai permasalahan lahan, Kementerian PUPR menargetkan bahwa pembebasan lahan bakal rampung sebagian besar di April ini. Percepatan terus dilakukan agar pembangunan Tol Cisumdawu dapat dikebut.

Tol Cisumdawu ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2022 mendatang, menghubungkan wilayah Bandung dan sekitarnya dengan bandara kebanggaan warga Jawa Barat.

"Kita targetkan akhir tahun ini bisa kita tuntaskan walaupun itu berat. Tapi kita akan coba kejar sehingga awal tahun depan sudah bisa dioperasikan Cisumdawu, dan itu akan secara signifikan meningkatkan konektivitas utamanya adalah antara Bandung dengan Kertajati," tambah dia.

Namun, pemerintah tak mau nasib Bandara Kertajati hanya ditentukan oleh Tol Cisumdawu. Penjelasan lengkapnya di halaman selanjutnya.

Upaya pertama yang dilakukan adalah mengembalikan sebagian penerbangan dari Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat ke Bandara Kertajati. Tujuannya untuk menata kembali rute penerbangan di kedua bandara itu. Langkah tersebut juga dapat mengurangi kepadatan di Bandara Husein Sastranegara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto memaparkan berupaya memperlancar proses penataan rute terhadap dua bandara tersebut.

"Kami telah meminta kepada stakeholder terkait untuk mempersiapkan sarana dan prasarana bandara, penyesuaian izin bagi Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, penataan rute dan koordinasi perubahan slot penerbangan," kata Novie melalui keterangan tertulis, Minggu (4/4/2021).

Langkah kedua, Kemenhub akan mengoptimalkan konektivitas antara Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Kedua infrastruktur transportasi itu diharapkan dapat menstimulir arus barang jasa dan logistik di kawasan industri di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

"Bandar Udara Kertajati belum berfungsi optimal karena akses Tol Cisumdawu yaitu jalan tol dari Bandung ke bandara hingga saat ini masih belum rampung. Namun demikian, Kementerian PUPR sudah menyampaikan bahwa kemungkinan besar Desember 2021 akan selesai dan terhubung. Artinya pergerakan penumpang di Kertajati akan menjadi lebih baik setelah Desember 2021," jelasnya.

Selain pembangunan Tol Cisumdawu, langkah ketiga yang dilakukan pemerintah untuk Bandara Kertajati, yaitu akan memberangkatkan calon jamaah haji dan umroh asal Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan dan barat.

"Sesuai dengan arahan Presiden, bahwa nanti setidaknya keberangkatan para calon jamaah haji dan umroh yang berasal dari Jawa Barat maupun beberapa wilayah Jawa Tengah nantinya akan dikonsentrasikan di Bandar Udara Kertajati," paparnya.

Baru yang terakhir Kemenhub akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat atau Maintenance Repair Overhaul (MRO). Itu dilakukan untuk mengembangkan bisnis non penumpang di bandara tersebut. detikFinance

Bagikan ke :