Rabu, 14 Juli 2021. Kepala Bappeda Kaltim, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan paparan terkait Rencana Pendanaan Perubahan Iklim di Kalimantan Timur.
Komitmen pembangunan hijau telah dilakukan sejak tahun 2010 dengan melakukan Deklarasi Kaltim Green (Kaltim Hijau) yang menghasilkan Dokumen Strategi Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Growth Strategy/LCGS). Upaya berlanjut hingga tahun 2020 hingga dilakukan Penandatanganan ERPA (Emission Reduction Payment Agrement) FCPF.
Sebagai wujud komitmen Pemprov Kaltim, upaya pengarusutamaan pembangunan hijau tertuang dalam Visi Kaltim 2023 "Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat", khususnya pada misi 4 (Lingkungan Hidup), Yaitu Berdaulat Dalam Pengelolaan SDA yang Berkelanjutan.
Wujud konsistensi komitmen Pemprov dalam Kegiatan pengarusutamaan pembangunan hijau ialah dengan menuangkannya dalam RPJMD Prov. Dan Kab Kota.
Terdapat 11 model yang dikembangkan para pihak di Prov. Kaltim dalam pengarusutamaan pembangunan hijau, salah satunya Penurunan emisi karbon melalui skema Forest Carbon Partnership Facility (FCPF).
Selain itu, hasil identifikasi pada renstra perangkat daerah di kab/kota terdapat 97 Program dan 187 kegiatan penurunan emisi FCPF di 8 Kab/Kota. Lebih lanjut, terdapat 12 Mitra Pembangunan yang berkontribusi dalam penurunan emisi FCPF di Kab Kota.