post-img

Rabu, 26 Maret 2025

superadmin

Berita

122 kali dilihat

Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD dan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda, (25/03) – Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama stakeholder dari berbagai sektor, termasuk akademisi, organisasi masyarakat, dan lembaga terkait, menghadiri Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD tahun 2026 dan RPJMD tahun 2025-2029 Provinsi Kalimantan Timur. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kalimantan Timur dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.


Dalam forum ini, Kepala Bappeda Kalimantan Timur menyoroti berbagai pencapaian ekonomi dan sosial daerah. Di antaranya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kalimantan Timur mengalami peningkatan yang signifikan dan berada di atas rata-rata nasional, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka dan angka tingkat kemiskinan tercatat mengalami penurunan dan berada di bawah angka nasional. Indeks Gini juga menunjukkan tren penurunan, menandakan berkurangnya ketimpangan ekonomi.


Namun demikian, permasalahan stunting masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan. Di sisi lain, indeks kualitas lingkungan hidup menunjukkan perbaikan, serta upaya penurunan emisi karbon semakin menunjukkan hasil yang positif.


Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mempertimbangkan visi-misi serta program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur, RPJMN 2025-2029, serta rancangan teknokratik RPJMD yang harus diselaraskan dengan RPJMD.


Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat tiga fokus sasaran pembangunan Kaltim yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029 yakni, meningkatkan PDRB per Kapita, Kontribusi PDRB Provinsi dam menunrunkan tingkat kemiskinan.


Untuk itu, dirancang intervensi kebijakan yang disoroti untuk mencapai target fokus sasaran pembangunan diantaranya:

1. Pengembangan kawasan pariwisata Derawan, Berau.

2. Pengembangan kawasan superhub ekonomi di wilayah sekitar IKN

3. Pengembangan kawasan perkotaan besar Samarinda dan Balikpapan

4. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan budi daya dan revitalisasi tambak rakyat.

5. Pengembangan kawasan pedesaan prioritas agroekowisata Kutai Kartanegara

6. Pengembangan Bandara Sepingan Balikpapan, APT Pranoto Samarinda, Bandara IKN baru, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Ujoh Bilang Mahakam Ulu

7. Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kerang di Kabupaten Paser

8. Peningkatan Pengelolaan konservasi perairan dan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil.

9. Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem disertai peningkatan upaya mitigasi penanggulangan bencana

10. Pengelolaan sarana dan prasarana sektor logistik yang berkelanjutan

11. Ekonomi sirkular dari sumber sampah rumah tangga

12. Konektivitas listrik terutama bagi rumah tangga yang tidak mampu berada di daerah afirmasi serta implementasi transisi energi.

13. Peningkatan RS tipe D menjadi tipe C di Mahakam Ulu

14. Peningkatan kualitas pelayanan rujukan

15. Perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek)

16. Penguatan pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan pengembangan bidang STEAM, serta penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja

17. Pengembangan warisan budaya serta tanah ulayat masyarakat adat melalui pembinaan talenta seni budaya. 


Rumusan Masalah Pembangunan Daerah

Berdasarkan evaluasi, terdapat beberapa tantangan utama dalam pembangunan Kalimantan Timur, antara lain:

1. Belum meratanya kualitas daya saing dan sumber daya manusia (SDM).

2. Transformasi ekonomi yang masih berjalan lambat.

3. Kesenjangan dalam pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

4. Kesenjangan pendapatan dan pembangunan wilayah

5. Tingginya Risiko penurunan kualitas lingkungan hidup

6. Belum optimalnya tata kelola pemerintahan yang baik


Dari berbagai tantangan tersebut, pemerintah merumuskan sembilan isu strategis pembangunan daerah yang akan menjadi fokus kebijakan dalam RPJMD diantaranya:

1. Peningkatan kualitas dan daya saing SDM

2. Pengentasan kemiskinan dan kesenjangan

3. Transformasi ekonomi berbasis industrialisasi yang inklusif

4. Pemerataan pembangunan wilayah

5. Infrastruktur dasar dan Infrastruktur penunjang ekonomi

6. Peluang pembangunan superhub ekonomi dan mita IKN

7. Kualitas lingkungan hidup dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca

8. Tata kelola pemerintahan yang baik. 


Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan, telah disusun Visi dan Misi RPJMD 2025-2029 yang selaras dengan RPJMN 2025-2029, Visi Misi Gubernur Kaltim, serta rancangan teknokratik RPJMD dan dokumen pendukung lainnya. Visi RPJMD Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan turunan dari RPJMN yakni “KALTIM SUKSES MENUJU GENERASI EMAS” 


Adapun disusun Misi pembangunan daerah Tahun 2025-2029:


1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Ungguk dan Sejahtera

2. Mewujudkan Kalimantan Timur sebagau Pusat Ekonomi Baru yang inklusif Berbasis Industrialisasi Komoditas Unggulan Daerah

3. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Guna Menunjang Kegiatan Perekonomian Pelayanan Publik dan Kesehatan.

4. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Profesional dan Berintegritas Berbasis Teknologi Informasi

5. Mewujudkan Pembangunan Berwawasan Lingkungan yang Berkelanjutan


Adapun tujuan dan sasaran pembangunan RKPD Tahun 2026 diantaranya:

1. Terwujudnya Kaltim Sukses

2. Terbangunnya Generasi Emas

3. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik


Disusun pula indikasi Major Project RKPD 2026:

1. Hilirisasi industry pertanian melalui peningkatan dan perluasan areal tanam berbasis pertanian modern

2. Pengembangan teknologi dan inovasi di semua sektor perikanan, kelautan, industri dan layanan publik

3. Peningkatan insentif guru sekolah umum, pesantren serta penjaga rumah ibadah

4. Mendorong ekonomi inklusif berbasis ekonomi kreatif dan digital untuk mendukung UMKM

5. Mengembangkan pariwisata dan budaya berbasis desa

6. Membangun dan meningkatkan infrastruktur Kesehatan dan pendidikan. 

7. Pembangunan Infrastruktur di seluruh Kaltim seperti jalan, jembatan, transportasi umum, jaringan komuniksasi, dan Pelabuhan internasional. 

8. Revitalisasi Sungai Mahakam untuk transportasi publik, angkutan industri dan pariwisata

9. Memudahkan investasi termasuk pemberian insentif dan kerja sama antara pemda, pusat, dan swasta. 


Dengan berbagai strategi yang telah dirancang, Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi provinsi yang semakin maju dan berkontribusi besar dalam perekonomian nasional, khususnya dalam era transformasi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.


(SA)