Pengumuman

Bappeda Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan memberikan kinerja yang terbaik guna pembangunan Kalimantan Timur yang lebih optimal, sesuai dengan motto pelayanan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur "Berhasil Membuat Perencanaan Berarti Merencanakan Keberhasilan". Hubungi admin website kami pada fitur chat admin yang berada pada sisi paling kanan halaman website ini bila anda membutuhkan informasi seputar perencanaan pembangunan daerah. Segala bentuk penyalahgunaan yang dilakukan oleh Pejabat Bappeda Kaltim, Laporkan pada kami melalui email atau chat admin.

Diskusi Isu Strategis dan Gagasan Transformasi Sosial RPJPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025-2045

Image Berita

Diskusi Isu Strategis dan Gagasan Transformasi Sosial RPJPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025-2045

Mbak Suci Ashari Bappeda, [23/11/2023 11:09]
Balikpapan (22/11/2023), Dalam rangka penyusunan dokumen RPJPD Tahun 2025-2045, Bappeda Provinsi Kalimantan Timur menggelar Penjaringan Isu Strategis Tematik Transformasi Sosial yang menyoroti soal Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul untuk mewujdukan pembangunan yang merata dan inklusif di tahun 2045.

Agenda Penjaringan Isu Strategis dan Gagasan Pembangunan Daerah Tematik Transformasi Sosial ini dilaksanakan di Hotel Jatra, Balikpapan. 

Beberapa ahli sebagai pembahas atau pemantik yang terlibat dalam pertemuan penjaringan isu strategis tersebut diantaranya, di Bidang Kesehatan oleh Bapak Dr. Supriadi B, S.Kp, M.Kep dan Ibu dr. Hj. Padilah Mante Runa, M.Si, MARS, di Bidang Pendidikan oleh Bapak Prof. Dr. Susilo, M.Pd dan Bapak Drs. Syafruddin Pernyata, M.Hum, di Bidang Kemiskinan dan Perlindungan Sosial oleh Bapak Dr. H. Bere Ali, M.Si, Bidang Ketenagakerjaan oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Zulkarnain, MS, Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga oleh Bapak Dr. Sunarto, SKM., M.Adm, di Bidang Pemberdayaan penyandang disabilitas dalam pembangunan oleh Ibu Hj. Anni Juwairiyah, SE dan Bidang perlindungan hak anak dalam pembangunan oleh Sidney Rachel Junior.

Digelarnya pertemuan ini bertujuan untuk menjaring isu strategis serta gagasan dari para ahlli dan stakeholders untuk menyusun rancangan awal RPJPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025-2045 dalam lingkup transformasi sosial. 

Pelaksanaan pertemuan penjaringan isu strategis ini juga digelar sebagai ruang untuk meningkatkan partisipasi aktif dari stakeholders atau masyarakat dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan penjaringan isu tersebut, terdapat tiga substansi aspek pembangunan yang disoroti diantaranya, aspek Pendidikan Berkualitas yang Merata, aspek Kesehatan Untuk Semua dan aspek Perlindungan Sosial yang Adaptif. Dari ketiga substansi tersebut, akan menjadi bahan dalam penyusunan dokumen RPJPD sebagai perumusan kebijakan transformasi sosial di tahun 2025-2045.

Dalam forum diskusi ini disepakati beberapa poin penting, yakni dalam pembangunan SDM yang produktif perlu dilakukan sistem berbasis geostrategi serta mengupayakan meningkatkan keterkaitan antara Pendidikan dengan Industri Dunia Usaha dan Kerja (IDUKA). 
Dalam aspek Kesehatan, forum menyepakati gagasan soal transformasi sistem layanan Kesehatan yang terintegrasi untuk memudahkan masyarakat serta pemerataan tenaga medis dan juga edukasi dini tentang penyakit menular.

Untuk mengupayakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, forum menghasilkan gagasan untuk membuat standar pendidikan dengan benchmark internasional dan akselerasi penguatan kompetensi global bagi SDM tenaga pendidik di Kaltim. 

Sementara itu untuk pengentasan kemiskinan, diperlukan prioritas penanganan pada daerah Mahakam Ulu dan Kutai Barat dan pengembangan kolaborasi pentahelix.
Dalam perwujudan pemenuhan hak disabilitas, forum menghasilkan gagasan untuk pemerintah dapat melakukan penguatan regulasi daerah tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan meningkatkan peran serta disabilitas di lingkup daerah. 

Selain itu, forum juga sepakat soal gagasan tentang pemenuhan terhadap hak-hak anak mulai dari pembangunan sarana dan prasarana yang berorientasi ramah anak, perbanyak pembangunan ruang kreativitas dan budaya, perlindungan pekerja anak, seks education, pemberian penghargaan sebagai apresiasi terhadap prestasi budaya, inovasi dan kreativitas, pemenuhan gizi anak, serta peningkatan keterlibatan anak dalam proses pembangunan.

Sebagai informasi, terdapat empat tahap arah kebijakan berdasarkan Rancangan Awal (Ranwal) RPJPD Kaltim 2025-2045. Tahap 1 dalam Tematik Transformasi Sosial Tahun 2025-2029 merupakan tahap pondasi dimana arah kebijakan berfokus pada peningkatan pemenuhan layanan dasar Pendidikan, Kesehatan dan perlindungan sosial serta penyiapan kompetensi tenaga kerja.

Mbak Suci Ashari Bappeda, [23/11/2023 11:09]
Berlanjut ke tahap 2 di tahun 2030-2034 merupakan tahap akselerasi dimana direncanakan harus dilakukan percepatan pembangunana SDM berkualitas dan inklusif dan memperkuat implementasi hasil riset dan inovasi. 

Masuk ke tahap 3 tahun 2035-2039 dimana mulai dilakukan ekspansi dalam penguatan daya saing SDM dan keberlanjutan kesejahteraan. 

Di tahap terakhir, tahap ke 4 pada tahun 2040-2045 direncanakan sebagai perwujudan dari SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia emas tahun 2045. 

Forum diskusi yang digelar ini merupakan kolaborasi dari pemerintah dan juga masyarakat dalam merancang rencana pembangunan. Semua pandangan dan masukan yang disampaikan akan menjadi landasan untuk menghasilkan dokumen RPJPD yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat. Proses ini mencerminkan komitmen bersama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di masa mendatang. 

(SA)

Dok. (FAT)

#bappedakaltim2023
#penjaringanisustrategisdangagasanpembangunandaerah2023
#pemerintahandanpembangunanmanusia2023
#ppidbappedakaltim2023